Terpopuler

Suatu perkara yang amat besar dan mengerikan

Kisahataupunucapanparaulama.blogspot.com   SEMUA MANUSIA AKAN DIGIRING SESUAI AMALNYA Ayat-ayat Al-Qur'an 1). Allah Azza wa Jalla berfirman : يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَٰنِ وَفْدًا • وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا   [مريم : 86-85] "(Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang bertakwa kepada Allahur-Rahman sebagai perutusan terhormat". "Dan kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga". (S.19;85-86) 2). Allah Swt berfirman : ........... وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ    [البقرة : 203] "Dan bertakwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan digiring kepada-Nya". (S.2;203) 3). وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا   [الكهف : 47] "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan

Mahfudzot kata mutiara yang bisa menjadi motivasi

 

Selama manusia hidup, kita akan terus menghadapi masalah di sekelilingnya. Bagi umat muslim, masalah yang datang bisa berarti ujian dari Allah Swt. Jika mampu melewati masalah tersebut, maka kita akan mendapat kedudukan yang tinggi di sisi-Nya. Namun ada kalanya, kita merasa beban tersebut terlampau berat. Sedangkan semua kerisauan tak kunjung usai. Dalam keadaan seperti itu, Nabi telah memberikan contoh untuk senantiasa ikhtiar dan tawakal.

Ikhtiar dengan berusaha dan tawakal dengan berdoa serta menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt.

Berikut ini mahfudzot, yang inspiratif dan menyentuh hati Semoga menyejukkan hati para pembaca, bisa menjadi motivasi, dan semoga bermanfaat.



kisahataupunucapanparaulama.blogspot.com



Mahfudzot :

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

"Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dapatlah ia"

(Siapapun yang giat dan tekun dalam menggapai apa yang ia inginkan niscaya ia akan mendapatkannya, karena usaha tidak akan pernah membongohi hasil dari yang telah dikerjakan).



مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

"Barang siapa yang bersabar, maka beruntunglah ia"

(Siapapun yang tidak mudah putus asa dan menyerah dalam menghadapi suatu masalah niscaya keburuntungan akan datang setelah itu, karena setelah hujan pasti selalu ada pelangi).



مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهَُ

"Barang siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit pulalah temannya"

(Siapapun yang menjadi pembohong niscaya tak ada seorang pun yang akan menemaninya, karena pangkal dosa adalah kebohongan).



مَنْ سَارَ عَلَى الدَّرْبِ وَصَلَ

"Barang siapa yang berjalan pada jalannya, maka sampailah ia"

(Siapapun yang istiqomah pada jalan yang benar yakni tujuannya niscaya sampailah ia pada tujuan yang hakiki)



مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

"Barang siapa yang menanam,pasti akan memetik"

(Siapapun yag berbuat kebaikan ataupun keburukan niscaya akan ada balasan dari apa yang diperbuat).



مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

"Barang siapa yang tau jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah"

(Siapapun yang ingin mengetahui sulitnya menghadapi kehidupan maka hendaklah mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi).



مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا

"Barang siapa yang menggali lobang, akan terperosoklah ia kedalamnya"

(Siapapun yang hendak melakukan perbuatan jahat niscaya dialah yang akan mendapatkan celaka akibat perbuatannya itu).



مَنْ كَثُرَ إحْسَا نُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

"Barang siapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya"

(Siapapun yang sering berbuat baik kepada orang lain niscaya akan banyak pula orang yang akan menemaninya).



مَنْ عَذُبَ لِسَا نُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

"Barang siapa yang baik lisannya, banyak pulalah temannya"

(Siapapun yang memiliki ucapan tutur kata yang santun niscaya akan banyak pula orang yang akan menemaninya)



مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بَلَا أَخٍ

"Barang siapa mencari teman yang tidak tercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai saudara"

(Siapapun yang mencari teman yang sempurna niscaya tidak akan ada karena setiap orang memiliki kelebihan serta kekurangan dan jauh dari kata sempurna).



مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ

"Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya"

(Siapapun berbuat kedzoliman (kejahatan) terhadap orang lain niscaya akan ada balasan serupa terhadap dirinya).



مَنْ أَعاَنَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ

"Barang siapa yang menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu"

(Siapapun yang membantu dalam perbuaan jahat niscaya ia (yang membantu) telah sesat memperburuk keadaanmu).



مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى

"Barang siapa yang berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan"

(Siapapun yang teliti niscaya akan berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, karna kehati-hatian itu bukanlah sikap ragu dalam bertindak melainkan identik dengan sikap teliti dalam bersikap).



اَلعَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

"Hamba sahaya itu dipukul dengan tongkat dan orang merdeka cukup dengan isyarat"

(Orang yang tidak bisa dinasehati dengan perkataan dan peringatan, kemudian baru mengerti dengan bahasa pukulan niscaya orang tersebut laksana hamba sahaya (budak)).



اَلصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ

"Kesabaran itu menolong segala pekerjaan"

(Segala sesuatu yang kita hadapi walaupun sulit dalam pengerjaannya, lama kelamaan niscaya akan mudah bila memiliki keteguhan yang kuat).



اََلوَ قْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

"Waktu itu lebih berharga dari pada emas"

(Semua yang kita lakukan tidak terlepas dari waktu, jika kita menyia-nyiakan waktu niscaya merugilah karena tidak akan kembali waktu yang telah berlalu. Maka manfaatkanlah waktu sebaik mungkin).



اَلعَقْلُ السَّلِيْمُ فِي الْجِسْمِ السَّلِيْمِ

"Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat"

(Kesehatan jasmani tentu mempengaruhi akal, bila keadaan jasmani sakit niscaya akal pun akan terpengaruhi dan rentan sulit untuk berfikir).



اَلْعِلْمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَي الحَجَرِ

"Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu"

(Pergunakanlah masa mudamu untuk belajar niscaya akan membawa manfaat bagi masa depan diri).



اَلعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

"Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah"

(Bila seseorang menanam pohon yang diharapkan berbuah ternyata tidak berbuah niscaya hal itu percuma tidak bermanfaat, sama halnya dengan bila seseorang menuntut ilmu tapi tidak diamalkan maka sia-sia lah ilmu tersebut tidak bermanfaat).



الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ

"Bersatu pangkal keberhasilan"

(Persatuan merupakan awal dan pondasi terjalinnya ukhuwah, bila setiap orang untuk senantiasa kompak satu sama lain niscaya keberhasilan akan tercapai).



اَلشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ

"Kemuliaan itu dengan adab (budi pekerti) bukan dengan keturunan"

(Adab merupakan cerminan seseorang atas perbuatannya antara baik dan buruk (mulia dan hina), namun terkadang seseorang dibutakan oleh pangkat dan martabat ang seakan-akan menjadi patokan akhir nilai suatu kemuliaan).



اَلرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ

"Berlemah lembut kepada orang lemah itu adalah suatu perangai orang yang mulia"

(Sungguh segala sesuatu yang dihiasi dengan kelembutan niscaya akan nampak indah, tanpa kelembutan niscaya segala sesuatu nampak jelek. Janganlah kau berbuat kasar karena sesungguhnya akan menjauhkan dan membuat marah orang disekitarmu).



اَلعَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا

"Pekerjaan itu membuat yang sukar menjadi mudah"

(Semua hal pasti akan terasa sulit pada awal dikerjakan tentu semakin sulit perjuangannya, semakin besar pula keberhasilannya. Karena pengalaman dan perjuangan itu yang akan bisa mudah ditanggapi bila menemukan dikemudian hari).



اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ

"Keberhasilan sebagian dari iman"

(Keberhasilan merupakan salah satu cabang iman, jika kita menjaga keberhasilan niscaya akan membersihkan diri dan hati kita dari berbagai kotoran (hadast) dan sifat tercela).



اَلكَلَامُ يَنْفُذُ مَالَا تَنْفُذُهُ اْلإِبَرُ

"Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum"

(Menjaga ucapan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup ini. Karena membiarkan lisan kita untuk mengucapkan apapun yang ada di benak kita tanpa pikir panjang, hanya akan berdampak buruk bagi diri kita. Perkataan yang baik, akan menyamankan sekaligus membahagiakan orang yang mendengarnya).



اَلحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ

"Pendengki itu tidak akan mulia"

(Orang yang selalu dengki dan iri hati tidak bisa melihat kesuksesan orang lain. Niscaya akibatnya, hidupnya tidak pernah tenang. Selalu merasa kalah dan rendah diri dihadapan orang lain, dan selalu merasa tuhan tidak pernah adil).



اَلأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

"Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya"

(Setiap pekerjaan pasti ada kesulitan, dimana ada usaha pasti akan ada solusi serta kemudahan dalam menyelesaikan kesulitannya pekerjaan tersebut).



آفَةُ اْلعِلْمِ النِّسْيَانُ

"Bencana ilmu itu adalah lupa"

(Bencana bagi orang-orang pencari ilmu yaitu lupa. Bagi orang yang menghargai sebuah ilmu, sungguh kehilangan ilmu itu lebih menyedihkan dari pada kehilangan harta maupun tahta).



آدَابُ اْلمَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

"Adab seseorang itu lebih baik dari pada emasnya"

(Setinggi-tingginya tahta seseorang dan sebanyak apapun hartanya,bila ia tidak memiliki adab niscaya ia akan ternilai rendah dan buruk).



آصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

"Perbaiki dirimu sendiri, niscaya orang lain akan baik padamu"

(Jika kau memiliki adab maupun tutur kata yang baik niscaya banyak orang yang akan mendekatimu dan berbuat baik padamu).



أَوَّلُ اْلغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ

"Permulaan kemarahan adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan"

(Marah umunya lahir dalam keadaan yang dikuasai emosi. Dalam keadaan ini persoalan secara jernih diliputi oleh kabut nafsu yang memunculkan hal-hal yang bersifat nekad, sembrono dan diluar akal yang niscaya seringkali mengakibatkan berujung pada penyesalan ketika amarah telah reda).



أَخِي لَنْ تَنَالَ اْلعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ ذَكَاءٌ ، وَحِرْصٌ ، وَاجْتِهَادٌ ، وَدِرْهَمٌ وَ صُحْبَةُ أُسْتَاذٍ ، وَطُوْلُ زَمَانٍ

"Saudaraku ! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas : -kecerdasan (akal sehat), -ketamakan (terhadap ilmu), -kesungguhan, -uang (biaya), -dekat dengan guru, -waktu yang lama".

(-syarat pertama adalah mempunyai akal pikiran yang sehat, potensi yang besar untuk mendapatkan ilmu. Karena tiap manusia mempunyai potensi yang sama untuk berkembang, tinggal bagaimana orang tersebut memanfaatkan dan mengolah potensi tersebut dengan baik).

(-syarat kedua adalah ketamakan terhadap ilmu, hal itu diperbolehkan bahkan diharuskan agar tidak pernah ada rasa puas dalam menuntut ilmu karena kepuasan terhadap ilmu merupakan tanda kesombongan yang mengakibatkan akal sulit menerima tambahan ilmu lagi).

(-syarat ketiga adalah keseriusan dalam terus belajar menuntut ilmu, keseriusan ini tidak akan cukup hanya dengan niat tapi diwujudkan (dilakukan)).

(-syarat keempat adalah adanya harta yang harus dikeluarkan, bagaimana pun brlajar membutuhkan biaya yang bahkan terkadang cukup besar).

(-syarat kelima, jika tidak bisa belajar sendiri langkah terbaiknya adalah belajar dengan guru atau mentor agar apa yang dipelajari tidak (dholal) sesat dan salah).

(-syarat keenam, dalam menuntut ilmu memerlukan waktu yang sangat lama karena membutuhkan proses dan tahapan, karena tidak ada hal yang instant dalam meraih apapun).



اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُالعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ

"Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang pemalas"

(Berusahalah hari ini niscaya esok kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Janganlah malas pada perkara yang diwajibkan bagimu. Dan jangan lalai pada perkara yang penting untuk masa depanmu. Karena orang yang malas dan lalai ketika kecil niscaya ia akan menyesal di hari tuanya).



اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ

"Tinggalkanlah kejahatan, niscaya kejahatan itu akan meninggalkanmu"

(Seseorang yang istiqomah memiliki pendirian untuk berhijrah dari hidup penuh keburukan dan tidak tergoyahkan oleh ujian, niscaya keburukan itu akan menghilang meninggalkannya dikemudian hari).



اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

"Lihatlah apa yang dikatakan dan janganlah melihat siapa yang mengatakan"

(Dengarkanlah apa yang ia sampaikan dan ambilah hikmah dari pembicaraannya tapi janganlah selalu menilai pembicaraan seseorang itu hanya dari perangai fisik).



اُطْلُبِ اْلعِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

"Tuntutlah imu sejak dari buaian hingga liang kubur"

(Setiap manusia di lahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, maka hendaknya mereka terus menerus belajar sampai dia di semayamkan di kuburnya. Karena pendidikan pada anak usia dini akan sangat membekas hingga anak dewasa).



اُطْلُبِ اْلعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

"Tuntutlah ilmu walaupun hingga ke negri cina"

(Cari dan tuntutlah ilmu sejauh apa pun ilmu itu berada. Seperti bangsa cina yang peradabannya sudah amat tinggi).



خَيْرُ جَلِيْسٍ فِي الزَّمَانِ كِتَابٌ

"Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku"

(Buku merupakan jendela dunia yang menjadikan alat bagi manusia unyuk melihat dunia, karena buku adalah teman duduk yang tidak akan menipu, menyakitimu, memujimu berlebihan serta tidak membuatmu bosan).



خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ

"Sebaik-baik sahabat itu yang menunjukkanmu kepada kebaikan"

(Memiliki teman baik adalah impian semua orang yang tak satupun sudi  memiliki sahabat yang rela memakan sahabat sendiri. Teman yang baik ialah yang siap membantu dan mendukung dalam hal baik serta setia dalam suka maupun duka).



خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

"Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu"

(Harta berharga bukanlah uang ataupun tahta melainkan jawabannya adalah  waktu, karena semakin dewasa semakin bertambah pula usiannya. Semakin bijak kau menghabiskan waktu akan semakin baik pula derajatmu sebagai manusia, pergunakanlah waktumu untuk melakukan hal-hal penting serta bermanfaat).



خَيْرُ الكَلَامِ مَا قَلَّ وَدَلَّ

"Sebaik-baik pembicaraan itu ialah yang singkat dan jelas"

(Sering kali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang di ucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Oleh karena itu lisan seorang yang berakal berada dibawah kendali hatinya hendaklah berbicara yang tak bertele-tele).



خَيْرُ النَّسِ أْحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik budi pekertinya dan yang paling bermanfaat bagi manusia"



لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا

"Jangan menghina orang miskin tetapi jadilah penolong baginya"

(Setiap orang memang sudah memiliki takdir yang berbeda-beda dari tuhan, ada yang miskin maupun yang kaya dan tak luput hidup bersosialisasi. Maka dari itu timbulkan lah sifat saling tolong menolong serta membantu).



لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ

"Jangan menghina orang yang lebih rendah dari padamu, karena setiap sesuatu itu mempunyai kelebihan"

(Janganlah kau bersikap sombong, karena sombong merupakan sifat menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ketahuilah dibalik kekurangan seseorang ada kelebihan di dalamnya).



لاَ خَيْرَ فِي لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا

"Tidak ada kebaikan dalam kenikmatan yang mengakibatkan penyesalan"

(Setiap perbuatan baik tentu menghasilkan kenikmatan, jika suatu ketika melakukan dosa, maka iringi setiap perbuatanmu dengan banyak perbuatan baik, agar bisa menghapus dosa itu dan tidak membuahkan rasa penyesalan).



لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اْليَوْمَ

"Janganlah menunda pekerjaanmu hingga esok hari, jika kamu dapat mengerjakan hari ini"

(Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran yang pada akhirnya akan mendapatkan kegagalan demi kegagalan dalam suatu kewajiban yang dikerjakan).



لاَ تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلاَ يَا بِسًا فَتُكَسَّرَ

"Janganlah bersikao lemah, sehingga diperas, dan jangan bersikap keras, sehingga dipatahkan"

(Segala sesuatu tidak semuanya harus fleksibel dan lentur. Dan tidak juga semuanya harus keras dan tegas. Menjadi fleksibel itu penting bila menyangkut sesuatu yang memang harus mengikuti jaman atau kondisi. Tapi harus tetap tegas bila menyangkut sesuatu menjadi nilai dan tujuan inti).



لَوْ لَا العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهَا ئِمِ

"Seandainya tidak ada ilmu niscaya manusia itu seperti binatang"

(Modal kehidupan adalah pengetahuan tanpa hal itu seseorang akan salah jalan, pengetahuan laksana cahaya penerangan menyinari setiap kegelapan pemikiran. Pengetahuan bisa diperoleh dengan bacaan, pelajaran serta kejadian. Budaya pengetahuan semakin terasingkan meski arus informasi semakin banyak. Pantaslah ia di ibaratkan seperti hewan sedangkan hewan tidak pernah menghiraukan setiap kejadian yang menimpa kehidupan, ia hanya menjalani keseharian).



لَنْ تَرْ جِعَ الأَيَّامُ الَّتِي مَضَتْ

"Tidak akan kembali waktu yang telah berlalu"

(Jangan menunda-nunda kesempatan baik dengan alasan "masih ada hari esok", sebab umur kita belun tentu sampai esok hari. Maka dari itu, maksimalkan hari ini seolah-olah tak ada hari esok, sebab dengan demikian hati kita akan selalu bersemangat melakukan segala hal).



لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

"Setiap tempat ada pembicaraanya, dan setiap pembicaraan ada tempatnya"

(Berbicaralah secara efektif agar pesan yang kau sampaikan diterima dengan baik oleh orang lain. Efektif yang dimaksud ialah harus sesuai dengan tingkat pengetahuan yang mendengarkan, karena bila tidak akan menimbulkan fitnah).



لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلَامٍ جَوَابٌ

"Setiap pekerjaan itu ada balasan (upahnya) dan setiap perkataan itu ada jawabannya"

(Jangan takut jika kita lebih banyak meluangkan waktu tidak hanya untuk diri kita tapi orang lain. Karena hidup ini berpasang-pasangan, apa saja yang kita lakukan pasti ada jejak dan balasan, ada sebab tentu ada akibat).



لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بخِيْلًا

"Cela itu bukan bagi orang fakir, tapi cela itu bagi orang kikir"

(Kemiskinan seseorang tidak menyebabkan ia hina (buruk), tetapi sifat pelit yang melekat pada seseorang menyebabkan ia hina di depan sesama manusia).



لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

"Yatim bukan yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti"

(Sesungguhnya yatim itu ialah yang terlantar pendidikannya, pemeliharaan kesehatan dan pembinaan akhlaknya. Masa keyatiman seseorang akan terhenti ketika ia telah mandiri (baligh), sehingga orang yang sudah dewasa tidak lagi dinamakan yatim).



لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

"Kecantikan itu bukan karena pakaian yang menghiasi kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan karena ilmu dan kesopanan"

(Sesungguhnya keindahan pakaian maupun banyaknya harta yang dimiliki merupakan keindahan semu yang akan pudar seiring berjalannya waktu. Keindahan sejati ialah keindahan dalam tutur kata lisan, ilmu, akhlaq dan adab).



لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا

"Tidak setiap yang berkilau itu emas"

(Apa yang dari luar terlihat bagus tidak mesti pula bagus kenyataannya. Bahwa yang berkilau (bersinar) keemasan bukan berarti itu emas asli ada pula emas tembaga. Tembaga yang berkilau laksana emas tidak berharga setinggi emas, kesempatan yang bagus tidak selalu menghasilkan hasil yang bagus pula).



إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

"Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya"

(Dimana ada keinginan yang kuat dan tekad yang kuat niscaya akan ada jalan untuk menggapai yang ia inginkan).



إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلَامُ

"Jika akal sempurna sedikit bicara"

(Kesederhanaan dalam berkata adalah ciri keahlian seseorang pada suatu ilmu. Sebaliknya, banyak bicara adalah tanda kurangnya ilmu yang dipunya. Karena kesederhanaan adalah kerumitan yang paling tinggi. Semakin sederhana, semakin tinggi ilmunya)



إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ

"Jika tuntutan itu besar, maka akan sedikit penolongnya"

(Untuk mencapai sebuah tujuan atau tuntutan yang besar dan mulia terlalu banyak pengorbanan yang harus dibuat. Dan karena besarnya pengorbanan tersebut tidak banyak orang yang siap membantu).



تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلِ جَوَابٌ

"Meninggalkan jawaban atas orang yang bodoh itu adalah jawaban"

(Meninggalkan jawaban tidak selalu jadi jawaban, tapi menjadi salah satu jawaban yang bisa dilakukan. Karena kalau dijawab mereka juga tidak akan mengerti).



تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ

"Pengaturan pekerjaan menghemat separuh waktu"

(Disiplin dalam menggunakan waktu bermanfaat agar tidak menunda-nunda pekerjaan, serta melatih rasa keperdulian dalam memilih mana yang harus di utamakan dan mana yang harus ditinggalkan).



تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

"Belajarlah diwaktu kecil dan amalkanlah diwaktu besar"

(Perbanyaklah ilmu suatu pelajaran ketika masa muda yang nantinya niscaya akan bermanfaat dimasa mendatang (tua)).



سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

"Keselamatan manusia itu ada dalam menjaga lidah"

(Dengan lisan orang beriman (baik) mendapatkan kebaikan dan balasan yang sempurna. Dengan lisan pula orang yang durhaka (buruk) hilang dari dunia dan mendapat adzab yang tak ada jedanya. Menjaga lisan adalah menggunakannya untuk kebaikan, kejujuran dan kemanfaatan).



سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ

"Perilaku seseorang itu menunjukan rahasianya"

(Tingkah laku seseorang itu akan menunjukan kepribadiannya, bila seseorang itu bertingkah baik niscaya keperibadian yang ia miliki baik serta begitupun sebaliknya bila tingkah seseorang itu buruk niscaya keperibadian orang tersebut buruk).



سُوْءُالخُلُقِ يُعْدِي

"Akhlak tercela itu menular"

(Akhlak buruk itu seperti panci yang hitam, bila tidak hati-hati memegangnya Maka akan menempel ke kulit. Janganlah terpancing emosi menghadapi mereka (yang mencela) bila kita membalasnya niscaya kita tertular).



عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

"Musuh yang pandai, lebih baik dari pada teman yang bodoh"

(Karena musuh yang pandai akan memaksa kita untuk belajar lebih tegas, bekerja lebih cerdas, dan berdo'a lebih keras. Namun teman yang bodoh tidak memberikan perbaikan apapun. Ia menganggap apapun yang kita lakukan sudah lebih baik. Karena memang dia sendiri tidak tahu apa sebuah definisi dari usaha yang lebih baik).



عَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُمْ دَائِمًا

"Pergaulilah manusia itu dengan apa yang selalu kamu inginkan mereka"

(Bergaul dengan teman yang baik niscaya kebaikan itu akan kau dapatkan, bergaul dengan teman yang pintar niscaya ilmunya itu kau dapatkan. Bergaulah dengan siapapun niscaya apa yang kau inginkan akan kau dapatkan. Serta ambillah yang baik dan tinggalkan yang buruk).



عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ

"Tergelincirnya kaki itu lebih selamat dari pada tergelincirnya lidah"

(Saat kaki tergelincir, hanya akan merasakan sakit untuk diri sendiri. Tetapi saat lidah yang tergelincir bisa menyakiti orang lain, karena lidah dan perkataan bisa menjadi lebih tajam dari pada pedang serta bisa memancing amarah dan juga peperangan).



فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

"Berpikirlah sebelum kamu memutuskan/merencanakan"

(Karena berpikir sebelum berbuat adalah satu kebijaksanaan, berfikir setelah berbuat adalah satu kebodohan, sementara berbuat tanpa berfikir adalah seribu kebodohan).



فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

"Balasan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya"

(Barang siapa yang berbuat jahat dalam bentuk apapun terhadap orang lain niscaya akan mendapatkan balasan sesuai perbuatannya).



فِي التَّأَنِّي السَّلَامَةُ وَفِي العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

"Didalam kehati-hatian ada keselamatan, dan didalam ketergesa-gesaan ada penyesalan"

(Dalam setiap melakukan suatu tindakan hendaklah berhati-hati serta teliti jangan tergesa-gesa karena keselamatan atau keberhasilan itu tergantung pada ketelitian serta ketergesa-gesaan yang diperbuat).



جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

"Coba dan perhatikanlah, niscaya kamu akan menjadi orang yang tahu"

(Mencoba yang di dahulukan itulah yang menjadi suatu yang istimewa, karena dengan mencoba sendiri ilmu yang kita baca belum tentu mampu mendapatkan ilmu yang sebenarnya. Dengan mencoba juga, kita dapat merasakan sendiri pengetahuan itu, tidak hanya kepala (otak) tapi fisik dan jiwa juga merasakan sehingga membuat kita menjadi tahu).



الِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

"Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji"

(Bertemanlah dengan orang yang jujur dan menepati janji, sebab aura kejujurannya dan kepercayaan akan mempengaruhi kita untuk rendah hati, mau instrospeksi diri dan selalu belajar dari kesalahan yang dilakukan).



رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ

"Pangkal dosa itu adalah kebohongan"

(Awal dari perbuatan dosa ialah kebohongan, karena berbohong akan menodai nurani serta menutupi kesalahan (kebohongan) dengan kebohongan lainnya).



رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ

"Kebanyakan saudara itu tidak dilahirkan oleh satu ibu"

(Di dunia ini banyak sekali menemukan orang-orang yang saling berkasih sayang, saling membantu, serta saling tolong menolong sesama sahabat yang melebihi saudaranya sendiri yang sekandung).



قِيْمَةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ

"Nilai seseorang itu sebesar kebaikannya"

(Sebaik-baiknya seseorang ialah yang bermanfaat buat orang lain, karena memberikan kebaikan bagi diri sendiri dan sesama menjadikan manusia paling baik serta paling memberi manfaat bagi lingkungannya).



قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

"Katakanlah yang jujur, walaupun itu terasa pahit"

(Hendaklah mengucapkan kebenaran suatu hal walau nantinya akan berakibat buruk kepada kita. Karena bila berbohong bisa membuat kecewa bahkan celaka bagi orang lain yang kemudian menutupi kebohongan tersebut dengan kebohongan lainnya).



بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

"Telur hari ini lebih baik dari pada ayam esok hari"

(Janganlah menunda pekerjaan (yang bisa dikerjakan pada hari ini) ke hari selanjutnya, karena memang tidak akan terasa arti penundaan ketika kita mengucapkannya, akan terasa nanti ketika kita menyesali nya di esok hari).



ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلَامَةُ

"Buah lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan"

(Berhati-hatilah (teliti) dalam bertindak, karena jika kalian cerobah serta lalai niscaya kalian akan menyesal).



دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ

"Obatilah kemarahan itu dengan diam"

(Kendalikanlah sifat emosional dengan diam, karena itu lebih baik dan menjadi senjata yang sangat ampun. Dibandingkan jika melampiaskannya yang akan mengakibatkan penyesalan).



صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لَا مَنْ أَضْحَكَكَ

"Temanmu adalah orang yang membuatmu menangis bukan orang yang membuatmu tertawa"

(Kawan adalah orang yang sanggup membuat kita menangis karena mencegah kita melakukan kedhaliman. Ia tidak ingin kita menjadi orang yang jahat dan buruk. Yang ia lakukan adalah sesuatu yang baik, meski kadang prosesnya membuat kita menangis, marah kecewa dan sedih. Sebaliknya berhati-hatilah dengan orang yang sering membuat kita tertawa. Karena bisa jadi ia sebenarnya menghalalkan dusta demi membuat kita nyaman, tidak sadar dan terbuai dengan tawa).



كُلُّ شَئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الأَدَبَ

"Segala sesuatu itu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti"

(Semakin banyak budi pekerti yang dimiliki niscaya semakin dihargai (dihormati) oleh orang-orang sekitar, dan apabila hanya memiliki sedikit budi pekerti niscaya akan direndahkan oleh orang lain).



مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

"Ketulusan seorang teman itu, akan nampak pada waktu kesempitan"

(Sahabat sejati ialah sahabat yang hadir ketika kita dalam keadaan susah. Mereka datang untuk memberikan penghiburan, siap mengulurkan tangan ketika dibutuhkan, siap memberikan apa yang mereka miliki agar kita tak terus selamanya terpuruk dalam himpitan).



وَمَااللَّذَّةُ إِلَّا بَعْدَ التَّعَبِ

"Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan"

(Tidak akan pernah ada kesuksesan yang berhasil tanpa merasakan pahitnya proses dalam meraih apa yang diinginkan. Karena usaha tidak pernah membohongi hasil)



هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ

"Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui dirinya sendiri"

(Kenalilah kadar kemampuan diri sendiri,jika seseorang telah mengenali kadar dirinya, dia akan mengenali kedudukannya, lalu berusaha menempatkan dirinya sesuai kedudukannya itu. Sehingga dia akan berlaku tawadhu' (rendah hati). Bila seorang tak mengenali kadar dirinya niscaya sifat kesombongan serta angkuh menyertainya yang membuatnya celaka).


Postingan populer dari blog ini

Semua makhluk mendengar azab kubur, kecuali jin dan manusia

Keharusan Taubat dan diterimanya sebelum sekarat

Meminta rahmat-Nya dan meminta setetes dari samudra kasih sayang

Suatu perkara yang amat besar dan mengerikan

Allah akan langsung bertanya dengan seorang hamba tanpa penerjemah

Disambutnya ruh baik dan ruh busuk

Dzikir shalat fardhu

Tentang Su ul khatimah dan hadirnya setan ketika sekarat

Dzikir dzikir pilihan