Terpopuler

Suatu perkara yang amat besar dan mengerikan

Kisahataupunucapanparaulama.blogspot.com   SEMUA MANUSIA AKAN DIGIRING SESUAI AMALNYA Ayat-ayat Al-Qur'an 1). Allah Azza wa Jalla berfirman : يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَٰنِ وَفْدًا • وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا   [مريم : 86-85] "(Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang bertakwa kepada Allahur-Rahman sebagai perutusan terhormat". "Dan kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga". (S.19;85-86) 2). Allah Swt berfirman : ........... وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ    [البقرة : 203] "Dan bertakwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan digiring kepada-Nya". (S.2;203) 3). وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا   [الكهف : 47] "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan

Biografi Imam abu hanifah, imam malik, imam syafi'i, dan imam ahmad bin hanbal

coretanrembulan.blogspot.com



Berikut ini biografi empat imam mazhab :


 IMAM ABU HANIFAH


Imam abu hanifah An-Nu'man dilahirkan tahun 80 H. Dan belajar ilmu fikih di kufah. Disana juga beliau meletakkan dasar-dasar mazhabnya. Beliau wafat di Baghdad pada tahun 150 H.

Abu Hanifah berguru kepada Hammad bin Abu Sulaiman. Sedangkan Hammad belajar dari Ibrahim An-Nakha'i. Ibrahim An-Nakh'i belajar dari Alqamah bin Qays murid Abdullah bin Mas'ud ra.

Abu Hanifah sangat mahir dalam ilmu fiqih. Beliau banyak dikenal di Iraq. Ketinggian Ilmunya dalam bidang fiqih diakui oleh ulama yang sezaman dengannya, diantaranya Maliki, syafi'i, dan banyak ulama lainnya.

Banyak para ulama yang mengikuti mazhab Abu Hanifah atau yang lebih dikenal dengan sebutan ulama Hanafiyah. Diantara mereka yang terkenal adalah Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan, Hasan bin Ziyad, dan lainnya.

Ketetapan Abu Hanafiyah telah melahirkan banyak pendapat dari para Imam dan pengikutnya yang terkadang di dalamnya terjadi perselisihan antara satu dengan lainnya. Semua pendapat tersebut dinamakan Mazhab Hanafiyah karena mazhab Abu Hanafiyahlah yang menjadi dasar mereka. Sementara persoalan yang diperselisihkan hanyalah sebagian kecil saja yang ditimbulkan dari ijtihad mereka sendiri dalam mengambil keputusan terhadap dalil-dalil mazhab Hanafiyah.

Mazhab Hanafiyah telah menyebar ke berbagai wilayah Islam, seperti Baghdad, Persia, India, Bukhara, Yaman, Mesir, dan Syam.

Mazhab Hanafiyah juga adalah mazhab yang paling banyak dianut pada masa Dynasti 'Abbasiyah, terutama dalam bidang pengadilan dan dalam penentuan fatwa-fatwa. Begitu pula dengan Daulah 'Utsmaniyah, mereka menjadikan mazhab Abu Hanifah sebagai mazhab resmi negara. Dalam hal pengadilan dan fatwa, mereka juga merujuk pada pendapat Abu Hanifah dan hal itu terus berlangsung sampai sekarang.




IMAM MALIK

Imam Malik adalah Abu 'Abdillah bin Anas Al-Ashbahi. Beliau adalah imam dan ulama terkemuka Darul Hijrah. Beliau dilahirkan pada tahun 93 H.  Dan wafat pada tahun 179 H. Beliau tumbuh dikota madinah dan menggali ilmu disana dari Rubai'ah Ar-Ra'yi dan berlanjut kepada beberapa ulama fikih generasi tabi'in. Beliau juga mendengar hadits langsung dari para perawi hadits seperti Az-Zuhri dan Naf'i, Sahaya Ibnu "umar, dan rawi lainnya.

Kepiawaiannya dalam menghasilkan ilmu dan mengumpulkan hadits telah mengukuhkannya sebagai penghulu ahli fikih Hijaz yang paling terkenal dinegeri itu. Ketika Khalifah Al-Manshur menunaikan ibadah haji, beliau satu kelompok dengan Imam Malik. Ketika itu sang Khalifah memohon agar Imam Malik bersedia membukukan ketetapannya dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Akhirnya disusunlah kitab Al-Muwaththa' yang berisi tentang kajian hadits dan ilmu fikih.

Ketika Khalifah Al-Mahdi menunaikan ibadah haji, beliau juga mendengar hal itu dan memerintahkan agar Imam Malik diberi uang sebanyak lima ribu dinar. Khalifah Ar-Rasyid beserta anak-anaknya juga datang dan mendengar berita itu, lalu dia meberikan banyak kebaikan kepada Imam Malik. Kitab Al-Muwaththa' telah menempati posisi yang mengagumkan dalam diri Khalifah Ar-Rasyid. Karena kitab tersebut telah mengalihkan perdebatan sengit dilingkungan Ka'bah yang bisa menggiring semua orang yang berada di sekitarnya ke dalam perselisihan jika kala itu orang tidak merujuk pada kitab tersebut. Khalifah Ar-Rasyid berkata kepada Imam Malik : "Sesungguhnya para sahabat Rasul Saw. Telah berselisih faham dalam masalah firu' (cabang-cabang fikih) dan mereka tersebar dalam beberapa negeri dan semua itu ada benarnya. Semoga Allah memberikan taufiq kepadamu wahai Abu 'Abdillah".

Banyak ulama yang meriwayatkan hadits dengan sumber kitab Al-Muwaththa' dari Imam Malik. Diantara mereka adalah Muhammad bin Idris Ary-Syafi'i dan Muhammad bin Hasan, penganut mazhab Hanafiyah. Dari kalangan ulama malikiyah sendiri seperti 'Abdullah bin Wahab dan Abdurrahaman bin Al-Qasim dan diantara mereka ada yang menemani Imam Malik selama dua puluh tahun.

Mazhab malikiyah terus dikembangkan oleh para pengikutnya dan menyebar ke banyak wilayah negeri Islam hingga ke arah barat memenuhi wilayah Mesir, Afrika, Andalusia, dan ujung Maroko yang dekat ke Eropa. Begitu pula ke wilayah Timur, seperti Bashrah, Baghdad, dan lainnya. meskipun setelah itu pengaruhnya mulai menyusut.





IMAM SYAFI'I

Nama lengkap beliau adalah Abu 'Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i Al-Qurasyiy yang dilahirkan di kota Gaza, palestina pada tahun 150 H. Beliau menghafal al-Qur'an di Makkah dan disana juga belajar tata bahasa Arab, Sya'ir, Balaghah, Ilmu Hadits, dan Fikih. Gurunya sangat kagum dengan kecerdasan dan kemampuannya dalam menyerap dan memahami berbagai disiplin Ilmu yang diajarkan. Diantara ulama terkenal yang menjadi gurunya adalah Sufyan bin 'Uyainah dan Muslim bin Khalid Az-Zanji.

Ketika usianya mendekati dua puluh tahun, beliau merantau ke Madinah untuk belajar kerena mendengar ketinggian ilmu Imam Malik. Kemudian beliau pindah ke Iraq dan belajar kepada penganut mazhab Hanafiyah. Beliau juga pernah pindah ke persia dan utara iraq serta banyak negeri lainnya. Lalu beliau kembali ke madinah setelah dua tahun dalam petualangannya yaitu antara tahun 172-174 H. Petualangan tersebut telah menambah ilmu dan pengetahuannya tentang fenomena kehidupan dan karakteristik orang.

Mazhabnya dianut banyak ulama yang kemudian para ulama tersebut menyusun banyak buku yang bersandar pada mazhab beliau. Diantara mereka yang terkenal adalah Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul Hakim, Abu Ibrahim Isma'il bin Yahya Al-Mazani, Abu Ya'kub Yusuf bin Al-Buwaiti, dan Rubai' Al-Jaizi. Mereka adalah para ulama Syafi'iyah yang belajar dari Imam Syafi'i. Adapun ulama dari kalangan Maliki adalah Ibnul Qasim.

Mazhab Syafi'iyah berkembang pesat di banyak negeri Islam strategis di wilayah timur dan terus menyebar ke kawasan dan daerah sekitarnya. Sekarang ini mazhab Syafi'iyah telah memenuhi berbagai wilayah kota besar di Qatar selain penduduk asli dan suku pedalaman. Mazhab Syafi'iyah juga berkembang di Palestina, Kurdistan, dan Armenia. Begitu pula dengan para penganut Ahlus Sunnah di Persia, muslim di wilayah Thailand, Philipina, Jawa dan sekitarnya, India, China, Australia, beberapa kota di Yaman seperti 'Adn dan Hadhramaut. Kecuali di 'Adn yang sebagiannya adalah penganut Hanafiyah. Mazhab Syafi'iyah juga berkembang di Iraq, Hijaz, dan Syam bersama-sama dengan mazhab lainnya.





IMAM AHMAD BIN HANBAL

Nama lengkapnya adalah Abu 'Abdillah Ahmad bin Hanbal Hilalusy Syaibani yang dilahirkan di Baghdad tahun 163 H. Dan wafat tahun 241 H.

Semasa kecil dia belajar di daerahnya kemudian pindah ke Syam, Hijaz, dan Yaman. serta belajar langsung dari Sufyan bin 'Uyainah dan Imam Syafi'i selama beliau tinggal di Baghdad. Imam Syafi'i pernah berkata tentang Imam Ibnu Hanbal : "aku keluar dari Baghdad dan aku tidak menjumpai disana orang yang lebih taqwa, zuhud, wara', dan lebih  pandai dari Ahmad bin Hanbal".

Beliau telah banyak meriwayatkan hadits dari para ahli yang termasuk gurunya juga, diantara mereka adalah Bukhari dan Muslim. Beliau juga menulis banyak kitab hingga konon mencapai 12 muatan kendaraan. Dikatakan pula bahwa beliau telah meriwayatkan jutaan hadits. Diantara kitab beliau yang tersebar adalah Al-Musnadul Kabiir yang disebut sebagai kitab terbaik dari segi kedudukan dan kritiknya. Beliau tidak sembarangan dalam menempatkan hadits, dan beliau hanya memasukan hadits yang memiliki tingkat hujjah yang kuat. Beliau juga telah menyeleksi 750.000 hadits. Dalam mengeluarkan fatwa, beliau sangat selektif terhadap fatwa para sahabat yang tidak ada nash (dalil) di dalamnya, hingga jika dalam satu masalah terjadi perselisihan yang menimbulkan dualisme persepsi, maka beliau memuat kedua hal tersebut sebagai dua riwayat. Beliau juga sangat benci dan menentang fatwa terhadap suatu masalah yang tidak ada nash atau keterangan ulama terdahulu didalamnya.

Kekerasan Imam Ahmad nampak dalam keyakinannya bahwa dalam kejadian harus ada nash atau atsarnya. Kekakuan beliau juga terlihat dari penolakan beliau terhadap fatwa yang di dalamnya tidak ada nash atau atsar yang sesuai dengan mazhabnya. Termasuk mazhab-mazhab lain yang tersebar di berbagai wilayah di bumi.

Sepeninggal Imam Ahmad, para sahabatnya terfokus pada upaya mengkaji berbagai pendapat beliau yang tercantum dalam fatwa-fatwanya. Hal itu sangat berbeda dengan kebiasaan para ulama mazhab selainnya dimana mereka ber ijtihad dengan mengikuti perubahan zaman, meskipun terkadang produk mereka berbeda dengan imamnya dalam penetapan kaidah-kaidah ushul (dasar) mereka. Oleh karena itu mazhab Hanbaliyah dipandang dari sisi pengikutnya sangat sedikit. Mula-mula mazhab Hanbali terlihat di Baghdad dan terus menyebar ke wilayah lain negeri itu.

Postingan populer dari blog ini

Semua makhluk mendengar azab kubur, kecuali jin dan manusia

Keharusan Taubat dan diterimanya sebelum sekarat

Meminta rahmat-Nya dan meminta setetes dari samudra kasih sayang

Suatu perkara yang amat besar dan mengerikan

Allah akan langsung bertanya dengan seorang hamba tanpa penerjemah

Mahfudzot kata mutiara yang bisa menjadi motivasi

Disambutnya ruh baik dan ruh busuk

Dzikir shalat fardhu

Tentang Su ul khatimah dan hadirnya setan ketika sekarat

Dzikir dzikir pilihan